Sebetulnya, saya tidak terbiasa memperkenalkan diri lewat satu posting karena, ya, saya tidak ingin membuatmu langsung pandai mengenal siapa saya hanya lewat tulisan ini. Saya rasa lebih menyenangkan saat melihatmu terpaksa membongkar tulisan-tulisan lama saya, demi mengenal siapa saya sebenarnya. Romantis, bukan?
Atau, kamu bahkan tidak mau peduli siapa saya, yang tengah berusaha keras mengalfabetkan lingkaran-lingkaran ide di kepala ini. Entah. Pun begitu, saya mungkin akan lebih tidak peduli dan tetap melanjutkan menulis. Seperti biasa.
Atau (lagi), sepertinya kali ini saya harus membuat pengecualian, ya. Karena posting ini saya buat spesial. Super spesial, demi menemukan keluarga baru di Blogger Energy.
So, yeah. Perkenalkan, saya Ashima, dan blog saya, Harian Iseng.
_______________
Saya mengenal Harian Iseng sejak tahun 2009, tepatnya 9 Juli 2009, terhitung dari posting pertama yang saya publish di sini. Hampir lima tahun. Lima tahun adalah waktu yang cukup lama bagi sebagian orang. Namun, hanya sebentar, kata sebagian lainnya, termasuk saya.
Ingatkah kamu pada pepatah yang mengatakan bahwa, waktu terasa begitu cepat saat kamu bersama orang yang kamu sayangi, pun saat kamu tengah melakukan hal yang kamu sukai.
Iya. Saya mempercayai pepatah ini karena itulah yang terjadi pada saya, selama berteman dengan Harian Iseng, tersesat setiap kali membukanya di dasbor blog.
Saya tahu, sebagian teman blogger lain membuat blog baru saat merasa tulisan-tulisan mereka di masa lampau—bisa dibilang, amat sangat memalukan. Alay, dengan bahasa sok gaul yang menggelikan. Tulisan compang-camping akibat hasil merampok artikel blogger lain. Lalu, membiarkan blog mereka berbulan-bulan tidak terurus. Sampai akhirnya, menghapusnya. Sembari berusaha menghilangkan jejak. Move on dengan blog baru yang—katanya, lebih fresh.
Tapi, entah mengapa hal ini tidak terjadi pada saya—dan Harian Iseng. Rasanya, tidak sampai hati berhenti berteman dengan Harian Iseng yang telah sekian tahun menjadi sahabat karib saya. Karena alasan sepele seperti, tulisanku tidak baik dibaca orang. Oh, itu bahkan masih sering terjadi pada saya, hingga saat ini, bahkan saat saya menulis ini.
Selama ini, saya mengibaratkan Harian Iseng menjadi: pembeku kenangan.
Ada banyak hal menyenangkan yang telah saya bagi dengan Harian Iseng, pun yang menyedihkan. Siaran radio. Pramuka. Kelulusan SMP. Seragam putih abu-abu. Trigonometri. Surat cinta. Lingkaran persahabatan. Mimpi-mimpi. Patah hati. Penyesalan. Kehilangan.
Ada banyak hal bodoh yang telah saya lakukan, pun banyak yang tidak sengaja saya lupakan. Menuliskannya di Harian Iseng merupakan salah satu cara saya untuk tetap mengawetkan mereka. Saat saya sedang kangen, atau berusaha mengingat sesuatu, saya tinggal mengobrak-abrik tulisan-tulisan lama saya. Saat saya tengah jatuh, saya mencoba menemukan selipan mimpi-mimpi yang pernah saya tuliskan di Harian Iseng. Dan, ya, Harian Iseng sudah begitu baik menjaga kenangan-kenangan ini tetap hidup. Bersama saya. Selama lima tahun pertemanan kami.
Rasanya mungkin menggelikan saat membaca ulang tulisanmu dua atau tiga tahun yang lalu, tapi percayalah, perasaan geli itu jauh kalah jumlahnya dibanding perasaan hangat karena berhasil mengingat kenangan-kenangan baik yang pernah kamu alami. Mau mencobanya bersama? :))
_______________
Oh iya.
Saya mengenal Blogger Energy sudah cukup lama, awalnya hanya dari tempelan banner di beberapa blog yang sering saya kunjungi. Banner-nya kelihatan… catchy. Sayangnya, setiap kali saya klik selalu saja menuju halaman facebook yang katanya tidak ditemukan. Sampai akhirnya menemukan websitenya, juga akun twitter-nya. Lalu membuat saya beberapa kali blogwalking, bahkan berteman dengan anak Blogger Energy. Iya, meskipun tidak seintens obrolan saya dengan anak-anak Jamban Blogger, sih. Hehehe.
Oh, mungkin kamu perlu tahu bahwa saya memang sering berkeliaran antar blog, antar komunitas blogger. Apa blogmu sudah pernah saya kunjungi? :))
Sekitar awal tahun ini, atau tahun lalu, (Saya lupa. Hehehe!) semesta berbaik hati mempertemukan saya dengan Bang Edot di event ‘Grasindo goes to Jogja’. Iya, ini semacam acara promosi buku-buku baru terbitan Grasindo, atau apapun, yang terpenting adalah saya berhasil mendapatkan tanda tangan beliau di buku Asam Manis Cinta (yang katanya fenomenal).
Setelah basa-basi mengatakan,
‘Bang, aku suka blognya Abang. Hehehe. Semangat nulisnya, ya!’
Percakapan berpindah pada,
‘Sudah gabung Blogger Energy, belum?’
Bang Edot berhasil menambahkan lamunan saya dengan, kenapa harus gabung Blogger Energy?
Sampai akhirnya beberapa waktu yang lalu, Huda menitipkan komentar menyenangkan di salah satu postingan. Isinya semacam, iya, mempromosikan Blogger Energy. Dan, berhasil membuat saya menuliskan ini. Sepanjang ini. Tengah malam ini.
Selain alasan klasik seperti, ingin bertemu dengan teman-teman baru, atau ingin berkumpul dengan orang-orang yang punya kesamaan passion di dunia blogging, saya hanya penasaran pada penyebab Huda berani-beraninya mengajak saya bergabung menjadi anggota Blogger Energy. Memangnya seperti apa, sih, menyenangkannya menjadi anggota Blogger Energy? Saya rasa, tidak semua orang mau repot-repot mengajak orang lain masuk ke komunitas yang dia ikuti kalau dia sendiri tidak merasa nyaman.
Oke, Huda, thank you for your invitation :))
Oh, juga ada alasan lain yang super spesial. 9 Juli nanti Harian Iseng akan berulang tahun yang kelima. Jadi, tidak ada salahnya memberi-nya hadiah berupa teman-teman blog baru dari Blogger Energy. Benar, bukan?
Yogyakarta, 5 Juli 2014
salam kenal dari Ashima dan Harian Iseng, ya!







