Buy what you don't have yet, or what you really want, which can be mixed with what you already own. Buy only because something excites you, not just for the simple act of shopping.
—Karl Lagerfeld
_______________
Ceritakan pada saya hal pertama yang terlintas di kepala saat mendengar ini—
—Karl Lagerfeld
_______________
Ceritakan pada saya hal pertama yang terlintas di kepala saat mendengar ini—
satu
tabungan untuk semua
![]() |
| Photo Credit: google.com |
Tabungan gendut untuk membeli banyak hal? Keinginan yang
terpuaskan dengan mudah? Tidak ada lagi acara windowshopping yang mengiris hati? Tidak ada lagi keinginan yang
terpendam begitu lama? Atau… bingung? Duh, kebiasaan orang pada umumnya adalah
bingung ketika melihat pundi-pundi uang luar biasa banyaknya diberikan kepada
mereka. Kaget. Nah, karena itu dinamakan Uang Kaget! Hahaha sorry lagi ngga jelas begini :)
Kalau saya, sih membayangkan bagaimana rasanya menjadi seseorang
yang dapat beli ini-itu dengan mudahnya. Tanpa membuat daftar panjang apa-apa
yang diinginkan, tanpa perlu susah-susah mengatur prioritas apa yang harus
didulukan. Alangkah menyenangkannya hidup turah-turah
tanpa perlu memikirkan seberapa banyak uang yang dikeluarkan, seberapa
besarnya nominal yang tercetak di struk pembelian.
Semuanya begitu mudah didapatkan. Duh.
Satu tabungan untuk semua. Oke, saya mungkin akan membuat wish-list random saya seperti ini.
Akhir-akhir ini netbook saya
sering hang tanpa sebab. Mungkin
karena terlalu banyak aplikasi yang saya jejalkan dan dia tidak penah bisa menolak
demi melihat saya senang. Duh, kowe
apikan banget, Mbok. Sehat terus, ya! Jadi saya ingin beli laptop baru.
Bukan untuk menggantikan netbook lama
saya, tapi untuk menjadikan mereka teman. Netbook
ini sudah lama sekali jadi teman suka-duka saya dan rasanya ngga tahu diri
banget, ya, kalau saya me-replace tempatnya
dengan begitu mudah. Itu… kurang elegan.
Sepertinya saya butuh jam dinding untuk kamar indekos saya. Susah
juga setiap pagi harus refleks menemukan letak ponsel. Hahaha bukan untuk
mengecek ada pesan masuk dari kamu atau tidak, tapi untuk tahu saat itu pukul
berapa. Ya, ada kalanya saya iseng tidur pakai jam tangan segala, sih. Tapi itu
terlalu merepotkan.
Soal ponsel baru… sepertinya saya sudah hilang rasa. Saya sudah
cukup bersyukur punya ponsel ini, kembaran dengan sahabat saya—meskipun saya
curiga, beliau sudah ganti ponsel baru lagi— dan yaa.. keberadaan ponsel saya
cukup membuat gadis-gadis di kampus terkagum-kagum. Saya merasa populer. Sakarepmu, Ma!
Saya ingin beli beberapa buku yang masuk daftar tunggu pembelian
di agenda saya. Akibat letak toko buku yang terlalu dekat dengan rumah indekos
akhirnya saya beberapa kali berkesempatan windowshopping
ke sana. Tapi karena saya anak kost…
yah jadi harus hemat. Kamu tahu, kan, bagaimana rasanya pergi ke toko buku— di
mana ada ribuan buku yang melambai untuk dibaca, tapi kamu malah pulang dengan
tangan kosong. Me nya kit kan :|
….
banyak lagi.





.jpg)

.jpg)






